Humaniora

Destinasi Wisata Populer 2021

KLIK BALIKPAPAN – Google merangkum pelbagai data menjadi sebuah laporan dari penelusuran pengguna ihwal topik peningkatan tertinggi tahun ke tahun. Laporan itu dirangkum dalam dalam Year In Search.

Seluruh data Google Search yang digunakan dalam laporan ini diambil dari Google Trends periode September 2020-Agustus 2021 dan dibanding dengan periode sebelumnya September 2019 – Agustus 2020.

Sepanjang tahun 2021, Google juga melihat minat di sektor pariwisata Indonesia masih terbilang besar. Penelusuran informasi perjalanan tumbuh pesat dibanding tahun sebelumnya, meski mengalami fluktuasi akibat pandemi.

Menurut laporan itu, perjalanan domestik tumbuh pesat tahun 2021, bahkan mencapai level sebelum pandemi. Banyak wisatawan memilih destinasi wisata dalam negeri yang nyaman, seperti kota-kota di Jawa, dengan penelusuran terbanyak juga berasal dari wilayah Jawa.

Perjalanan domestik tumbuh 30 persen pada November 2021 dan telah mencapai level sama seperti Januari 2020 sebelum pandemi. Seiring meningkatnya perjalanan wisata akhir tahun 2021, beberapa nama kota di Jawa menjadi destinasi wisata di Jawa dengan pertumbuhan tertinggi.

Related Articles

Daftar destinasi domestik terpopuler sesuai pertumbuhan jumlah pencarian pada periode September-Desember 2021 adalah Bandung, Lembang, Cisarua, Cirebon, Citereup, Semarang, Batu, Surakarta, Kuta, dan Yogyakarta.

Minat penelusuran untuk wisata domestik tumbuh hingga 57 persen dan minat pada perjalanan road trip keluarga meningkat tiga kali lipat. Staycation juga meningkat sampai 85 persen. Masyarakat Indonesia memilih liburan singkat dan menikmati waktu di penginapan untuk mencari suasana baru.

Selain itu, banyak juga yang memilih untuk menjelajahi dunia secara virtual.

Menurut laporan Google, minat penelurusan untuk tur virtual meningkat sampai 108 persen.

Bagi yang gemar berwisata kuliner tetapi masih ragu untuk makan di tempat, Google juga membaca peningkatan tren makan di mobil yang meningkat sampai 47 persen karena banyak orang ingin makan di luar tetapi tetap merasa aman. Lalu, bepergian ke perpustakaan umum di ruang terbuka juga semakin populer dengan peningkatan minat penelusuran sampai 60 persen.

Kemenparekraf juga menyatakan tren pariwisata telah mengalami perubahan di masa pandemi. Tren liburan baru bermunculan, seperti staycation, tur virtual, makan di area terbuka makin diminati.

Untuk staycation, pemilik hotel juga dapat menawarkan fasilitas work from hotel dan melengkapi penginapannya dengan sertifikat CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) dari Kemenparekraf agar pengunjung merasa lebih aman.

Untuk perjalanan luar negeri, jumlah pencarian berada di bawah jumlah pencarian sebelum pandemi. Penelusuran orang Indonesia terkait destinasi wisata luar negeri masih kurang satu persen dari volume penelusuran destinasi domestik.

Namun, pada akhir tahun 2021, orang Indonesia sudah mulai mencari tahu syarat-syarat tentang perjalanan ke luar negeri, termasuk syarat penerbangan dan karantina.

Laporan menunjukan permintaan perjalanan ke luar negeri di kalangan wisatawan Asia Pasifik masih sangat besar dan niat berwisata meningkat tiga kali lipat. Mereka ingin memaksimalkan perjalanan sebaik mungkin dan 81 persen dari responden Indonesia mengatakan bahwa mereka ingin jalan-jalan di luar negeri selama lima hari atau lebih.

I GoodnewsfromIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button