Warta

Populasi Kendaraan 146 Juta

KLIK BALIKPAPAN – Korlantas Polri mencatat ada sekitar 146 juta unit kendaraan telah beredar di seluruh Indonesia. Dari data itu, kendaraan terbanyak ada di Jawa Timur sekitar 23,2 juta unit. Disusul DKI Jakarta dengan total 21,8 juta kendaraan, Jawa Tengah 19,1 juta, Jawa Barat 17, 6 juta.

Untuk populasi kendaraan di Kalimantan sekitar 10 juta, dan jumlah kendaraan di Kaltim sekitar 3,1 juta unit. Angka ini mencakup seluruh jenis kendaraan mulai mobil penumpang, motor, mobil barang, bus, sampai kendaraan khusus.

Jika dirinci lebih detail, jumlah kendaraan paling banyak di Indonesia dikuasai motor yang mencapai 117.679.559 unit. Sedangkan, jumlah mobil penumpang di seluruh Tanah Air totalnya mencapai 22.434.401 unit.

Selanjutnya, kendaraan paling banyak ketiga didominasi mobil barang 5.737.594 unit. Lalu, jumlah bus sebanyak 211.675 unit, dan kendaraan khusus paling sedikit mencapai 82.181 unit. Data Korlantas Polri juga mencatat, untuk kendaraan di Kaltim hingga akhir Juni 2022 mencapai 3.182.371 unit.

Secara keseluruhan jumlah kendaraan bermotor paling banyak di Kaltim dipegang Samarinda dengan total sebanyak 898.838 unit. Disusul Balikpapan sebanyak 695.362 unit.

Related Articles

Untuk mobil barang terbanyak ada di Samarinda 53.443 unit. Mobil penumpang terbanyak di Balikpapan 94.104 unit. Bus terbanyak di Balikpapan 2.033 unit. Sepeda motor terbanyak di Samarinda 757.160 unit. Kendaraan khusus terbanyak di Balikpapan 619 unit. Kendaraan paling sedikit di Kaltim ada di Mahulu. Jumlahnya hanya ada 344 unit. Setingkat di atasnya ada di PPU dengan jumlah 98.707 unit kendaraan.

Polda Kaltim mencatat peningkatan kendaraan di Provinsi Kalimantan Timur. Ada pertumbuhan jumlah kendaraan sedikitnya dua ribu kendaraan secara kumulatif dibanding saat pandemi. Tahun ini, angka kendaraan melebihi ambang 12 ribu unit.

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Kaltim, AKBP Andreas Jaya Tampubolon mengatakan jumlah kendaraan sekitar 10 ribu unit sebelum pandemi. Kendaraan itu gabungan antara roda 4 roda 2 untuk seluruh Kaltim.

“Saat pandemi itu masih tumbuh di angka 10 ribu hingga 11 ribu dalam dua tahun terakhir,” jelasnya.

Kendati begitu, menurutnya, pertumbuhan kendaraan tidak begitu signifikan. Bahkan dengan isu pembangunan IKN, pertumbuhannya juga belum signifikan. Meski tidak signifikan, selama ini di Kaltim, Balikpapan menjadi kota tertinggi peningkatan kendaraan, disusul Samarinda dan Kutai Kartanegara.

Warga Balikpapan juga mulai merasakan titik kemacetan yang semakin bertambah dibanding dua tahun belakangan. Sejumlah titik macet berada di kawasan Kampung Timur, Jalan Jendral Sudirman di depan Balikpapan Super Block dan Pertigaan Kilometer 5 Jalan Soekarno Hatta. Termasuk di sekitar Grand City hingga ke kawasan Polda Kaltim dan Jalan MT Haryono dari arah Damai menuju Balikpapan Baru.

Sekretaris Komisi III Parlemen Balikpapan Kamaruddin mengatakan, seharusnya pemerintah Balikpapan sudah membuat jalan tembus untuk mengatasi masalah kemacetan. Ia mengakui saat ini sudah banyak jalan tembus yang dibangun namun jumlahnya harus diperluas, sehingga bisa menjadi jalur alternatif bagi warga.

“Sampai saat ini tidak ada terobosan yang dilakukan pemerintah. Kalaupun ada hanya terobosan yang dilakukan pemerintah sebelumnya,” ujarnya.

I Pewarta: Taufik I Redaktur: Jihana

Back to top button