Warta

Luhut Tolak Buka Big Data

KLIK BALIKPAPAN – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, melakukan aksi unjuk rasa saat Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengisi kuliah di kampus mereka. Selesai kuliah umum di gedung Balai Sidang UI, ia mendatangi mahasiswa yang berkumpul di depan gedung.

Mulanya, anggota BEM UI meminta Luhut bersikap tegas menolak wacana penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan presiden.

Ketua BEM UI Bayu Satria Utomo mengatakan demonstrasi dilakukan sebagai bentuk protes terhadap wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

Selain itu mereka juga berunjuk rasa atas Statuta UI yang saat ini masih bermasalah. “Aksi ini bertuliskan turut berduka cita atas meninggalnya demokrasi di UI dan Indonesia,” ujar Bayu. BEM UI pun meminta Luhut tegas menolak penundaan pemilu dan membuka big data.

Tapi Luhut justru mengatakan ia tidak pernah meminta masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Related Articles

“Saya tidak pernah mengatakan presiden 3 periode. Yang pernah saya katakan, banyak di bawah itu minta pemilu ditunda. Kamu ngomong gini salah? Nggak kan,” kilah Luhut di hadapan mahasiswa UI, Selasa 12 April 2022.

Namun, mahasiswa tak tinggal diam. Mereka meminta bukti kepada Luhut untuk membuka big data yang menyatakan masyarakat menginginkan pemilu ditunda.

Luhut beralasan ia memiliki hak tidak membagikan big data yang dilontarkannya itu. Ia malah meminta mahasiswa untuk belajar berdemokrasi. Para mahasiswa tetap terus mendesak Luhut membuka dan mempertanggungjawabkan big data yang pernah disebutnya.

Tetapi Luhut enggan membuka big data yang pernah diklaimnya itu. “Dengerin kamu, anak muda, kamu nggak berhak juga nuntut saya membuka data, karena saya juga punya hak itu,” ujar Luhut.

Sebelumnya melalui podcast #closethedoor di channel YouTube Deddy Corbuzier, pada Jumat (11/3), Luhut menjelaskan pihaknya punya big data yang isinya merekam aspirasi publik di sosial medsia terkait Pemilu 2024.

“Begini, kita kan punya big data. Saya ingin lihat, kita punya big data, dari big data itu, kira-kira meng-grab 110 juta. Iya, 110 juta, macam-macam, Facebook, segala macam-macam, karena orang-orang main Twitter, kira-kira orang 110 jutalah,” klaim Luhut.

Dari data itu, Luhut menjelaskan masyarakat kelas menengah ke bawah ingin kondisi sosial politik yang tenang. Luhut mengklaim masyarakat tidak mau gaduh dan menginginkan kondisi ekonomi ditingkatkan.

“Kalau menengah ke bawah ini, itu pokoknya pengin tenang, pengin bicaranya ekonomi, tidak mau lagi seperti kemarin. Kemarin kita kan sakit gigi dengan kampret-lah, cebong-lah, kadrun-lah, itu kan menimbulkan tidak bagus. Masa terus-terusan begitu,” ujarnya.

Masih dari big data yang diklaim Luhut, ia bilang rakyat Indonesia mengkritisi dana Rp 100 triliun lebih untuk Pemilu 2024. Dana ratusan triliun ini memang diajukan KPU kepada DPR-pemerintah.

“Kita coba tangkap dari publik dari data-data tersebut, ya itu bilang kita mau habisin Rp 100 triliun lebih untuk milih, ini keadaan begini, ngapain sih untuk pemilihan presiden dan pilkada,” ujarnya.

Lantas ia mengatakan aspirasi publik terkait enggan menggelar Pemilu 2024 ditangkap partai. Seharusnya, kata Luhut, partai mempertimbangkan serius aspirasi penundaan pemilu ini.

“Ya itu rakyat ngomong. Nah, ceruk ini ada di Partai Demokrat, di Partai Gerindra, PDIP, di PKB, ada yang di Golkar, ada di mana-mana ceruk ini. Ya nanti kan akan lihat mana yang mendengar,” katanya. Luhut mengklaim banyak contoh negara lain menunda pemilu atau memperpanjang masa jabatan presiden.

Mengenal Big Data

Big data sudah ada sejak 1970an. Dunia data baru mulai fokus pada pengembangan data, sehingga big data sangat berpengaruh dalam perkembangan zaman. Mulai tahun 2005, orang mulai menyadari betapa banyaknya data yang dihasilkan para pengguna internet sehingga dianggap sangat penting.

Big data adalah wadah penyimpanan berkapasitas besar atau hingga tidak terbatas. Dengan kemampuannya, big data mampu mengakomodasi dan memproses bermacam jenis data yang sangat cepat. Sistem Knowledge Management TIK Kemendikbud menjelaskan big data menjadi solusi dalam perkembangan di era digital.

Menurut perusahaan International Business Machines Corporartion big data adalah kumpulan data dengan beragam jenis dan ukuran. Big data ini memiliki peran penting bagi perusahaan atau instansi dalam menjalankan bisnisnya.

Sekaligus dapat menghemat biaya dan mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Dengan peran vital inilah, big data sangat penting bagi perusahaan.

Salah sau penggunaan big data yakni adanya DAPODIK atau Data Pokok Pendidikan. Data ini menjadi sistem skala nasional yang terintegrasi sehingga menjadi berkualitas saat dijadikan bagian dari program perencanaan pendidikan nasional.

Big data memiliki karakteristik yang dapat menjelaskan identitasnya.

Ketiga karakteristik ini disebut Three V. Three V yaitu Velocity, Volume, dan Variety. Volume adalah jumlah data yang sangat besar, Velocity frekuensi munculnya data dengan sangat cepat dan Variety keberagaman yang berbeda.

I Pewarta: Zen I Redaktur: Muchlis

Back to top button