Humaniora

Lari Kencang Denni Mappa

KLIK BALIKPAPAN – Depa. Begitu sapaan karib Denni Mappa. Politisi muda yang menjadi nahkoda baru bagi partai berlambang bintang mercy di Balikpapan. Depa belum lama menahkodai DPC Demokrat Balikpapan. Di bawah partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono, ia punya impian akbar menuju 2024.

Ditemui di kantornya pada  Selasa 21 Juni 2022 malam, putera kelima dari enam bersaudara pasangan Nurdin dan Hanna ini, berkisah panjang lebar.

Sejak didapuk menjadi ketua Demokrat Balikpapan, Depa membuat kejutan memindahkan kantor partainya, dari Karang Jati ke kawasan Stal Kuda. Persisnya di sekitar Komplek Wahana, Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan.

Bukan sekadar memindahkan markasnya, tapi di kantor barunya, menjulang bangunan tinggi, berhias kaca bernuansa biru. Jauh berbeda dibanding kantor DPC Demokrat Balikpapan sebelumnya. Di depan bangunan barunya itu, tertulis interior besar bertuliskan: Gedung Demokrat. Gedung ini baru ditempati paska Ramadhan 2022.

Kalau boleh tahu, dana gedung ini hibah dari DPP Jakarta atau dari Demokrat Balikpapan sendiri? Ditanya itu, Depa tersenyum. Lantas menjawab, “Ini murni dari Balikpapan, dari ketua terpilih (Demokrat Balikpapan),” ujarnya, seraya melempar senyum. Kocek yang dirogoh tidak sedikit untuk menempati gedung baru bagi partai yang dipimpinnya.

Related Articles
Gedung Demokrat Balikpapan. (KB) adminklik | KLIK BALIKPAPAN

Namun, Depa enggan membocorkan apakah gedung itu sewa atau membeli. Katanya, itu rahasia dapur. Apapun itu, untuk sekelas kantor partai di kota/ kabupaten, Gedung Demokrat Balikpapan bisa dibilang menjadi satu-satunya kantor DPC Demokrat terbesar se-Indonesia. Hal itu juga diakui Depa.

Bangunan yang menjulang tinggi itu terlihat wah. Saat masuk ke dalamnya, ada aula besar yang dilengkapi sejumlah ruangan. Dari ruang mushala sampai ruangan untuk ibu menyusui. Di sudut aula sebelah kanan, ada beberapa akuarium besar yang diisi ikan arwana. Itu di lantai satu.

Di lantai tiga, ruangannya lebih banyak lagi. Tiap ruang memiliki luas yang tidak kecil, dilengkapi dengan desain interior yang menawan. Bersih, dan sedap dipandang mata. Sejumlah akuarium juga diletakan di sudut kanan. Pertama kali masuk ke Gedung Demokrat Balikpapan, mengingatkan pada suasana Gedung Demokrat Pusat, di Rawamangun Jakarta Timur.

“Kami ingin menunjukan kekuatan Demokrat, partai ini sangat serius, bukan ecek-ecek,” tuturnya. Partai yang didirikan tahun 2001 ini telah dua kali mengantarkan SBY ke kursi Istana. Depa mengaku tertarik dengan Demokrat lantaran terinspirasi dengan SBY dan anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono alias  AHY. Di bawah AHY, Demokrat masuk di urutan tiga besar elektabilitas partai politik.

Survei Litbang Kompas yang dirilis Selasa 21 Juni 2022, tiga besar elektabilitas partai politik, yaitu PDIP 22,8 persen, Gerindra 12,5 persen, dan Demokrat 11,6 persen. Peringkat selanjutnya Golkar 10,3 persen, PKB 5,4 persen, PKS 5,4 persen, Nasdem 4,1 persen, PAN 3,6 persen, dan PPP 2 persen.

AHY sendiri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat masa bakti 2020–2025 pada 15 Maret 2020 dalam Kongres ke-V Partai Demokrat. Depa mengaku, AHY menjadi salah satu mentor utamanya, selain para senior lain di Demokrat. Lantaran itu, Depa sangat serius berkecimpung dalam politik, meski diakuinya politik hal yang baru bagi pria kelahiran Balikpapan 22 Desember 1991, ini.

“Demokrat wadah yang tepat bagi saya berkarya membangun dan memberi yang terbaik untuk Kaltim,” ujarnya. Alumnus SMPN 2 Balikpapan dan SMAN 1 Balikpapan ini baru bergabung di Demokrat Januari 2022. Awalnya sebagai Bendahara DPD Demokrat Kaltim. Selanjutnya dipilih secara aklamasi menjadi Ketua DPC Demokrat Balikpapan, per 31 Maret 2022.

Gedung Demokrat Balikpapan. (KB) adminklik | KLIK BALIKPAPAN

Ia menahkodai Demokrat Balikpapan untuk periode 2022-2027.

Langkah awal yang dilakukan membuat Gedung Demokrat Balikpapan, sebagai salah satu langkah taktis show force kepemimpinannya. Gebrakan itu tidak mengherankan. Depa sendiri adalah pebisnis muda Balikpapan yang terbilang sukses. Ia mendirikan Speed Group yang memiliki tiga perusahaan bergerak di bidang Kesehatan, IT, dan Energi.

Perusahaan bonafidnya itu terletak di kawasan elit Ibu Kota, Kemang Raya Jakarta Selatan. Di perusahaan SpeedLab, ia menggandeng Titi Rusdi, pendiri bisnis pengembangan konten dengan brand 7 Langit. Yang juga merambah untuk perangkat iPhone dan Android. 7 Langit sendiri mengembangkan aplikasi semisal Java Rock in Land, Java Soulnation, Java Jazz, International Motor Show, dan lainnya.

Depa juga baru mengakuisisi salah satu hotel di Balikpapan. Termasuk menjalankan bisnis tambang nikel. Tak hanya itu, perusahaan di bawah Depa juga berinvestasi membangun gedung layanan one stop services seperti rumah sakit, di atas lahan seluas 2.000 meter persegi. Bisnis kesehatan itu bernama Speed Health Center, di kawasan Ragunan Jakarta Selatan. Laiknya rumah sakit tipe C.

Berikutnya, Denni Mappa juga telah membangun bisnis lain berbasis IT. Yakni, sistem pembayaran bernama Speed Pay. Payment gateway yang dimilikinya ini untuk menjembatani pembayaran atau transaksi online yang didirikan sejak 2020. Pelbagai gurita bisnisnya telah menjalar ke sejumlah kota di Indonesia, termasuk di Balikpapan.

Ia juga mengembangkan metaverse bagi dunia kesehatan. “Kita masih proses development menuju metaverse. Karena di Indonesia belum diterapkan, tapi saya masih mencoba membangunnya. Nantinya diharapkan bisa mewujudkan pemeriksaaan kesehatan secara virtual,” jelasnya.

Saat ditanya plan bisnisnya di Balikpapan, Depa mengatakan ke depan berencana membawa bisnis teknologinya ke Balikpapan. Tapi, ia tak mau terburu-buru. “Kita juga harus memikirkan pebisnis lokal di sini. Jangan mengusik piring orang. Paling saya hanya memberi ide-ide dulu,” tuturnya tertawa.

Perjalanan bisnis Depa akan dibukukan bersama pengusaha lain yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia aka HIPMI. “Mungkin terbit dalam satu dua bulan ke depan. Semacam buku antologi bersama 20 pengusaha lain se-Indonesia. Ada Sandiaga Uno, dan lainnya. Saya masuk di situ,” ujarnya. Namun, ia mengaku belum begitu percaya diri kalau membuat buku sendiri.

“Saya belum apa-apa, karena masih banyak yang lebih sukses dari saya. Masih terus belajar, masih banyak pebisnis muda lain yang lebih sukses. Pak Wali lah (Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, red), yang lebih hebat,” ujar Depa. Meski begitu, ke depan ia akan memikirkannya untuk berbagi pengalaman, gagasan dan motivasinya melalui buku.

Depa menampik saat ditanya alasan terjun ke politik hanya mengikuti tren pengusaha kebanyakan. Katanya, ia tidak ikut-ikutan. Tidak pula diceburkan. Tapi memang keinginannya sendiri untuk masuk ke percaturan politik. “Dasarnya saya senang berorganisasi,” jelasnya. Ke depan, ia akan memikirkannya untuk berbagi banyak gagasan melalui buku.

Ia mengakui sudah sangat nyaman menjadi pengusaha. Keinginan mendasar terjun ke politik semata untuk memberi sumbangsih lebih banyak bagi Kota Minyak.

“Karena saya kelahiran Balikpapan dan kebetulan ditawari kembali ke Balikpapan, membangun Balikpapan. Lalu ada kesempatan memimpin Demokrat Balikpapan, maka saya terima. Kalau itu di daerah lain, mungkin lebih baik saya tetap jadi pengusaha. Namanya kota kelahiran, pastilah ada keinginan membangun kan,” urainya.

Denni Mappa. (KB) adminklik | KLIK BALIKPAPAN

Politik dinilainya sebagai perahu yang bisa membawanya ke lautan manfaat lebih banyak. Melalui politik bisa memberi sumbangsih lebih besar untuk masyarakat. Ia beradzam ingin membangun tanah lahirnya, Balikpapan. Karena itu ia ingin bersungguh-sungguh membawa Demokrat mencapai target.

Apa saja target mendekatnya?

“Di DPRD Balikpapan, Demokrat nanti harus bisa menjadi pimpinan. Unsur pimpinan harus kita dapat. Bisa ketua, bisa wakil ketua,” tegasnya. Kursi di Parlemen Balikpapan yang kini punya empat kursi, pada 2024 akan ditingkatkan. Minimal bisa meraih enam kursi. Kalau bisa sebanyak-banyaknya, ujar Depa.

“Kalau saya, yang penting target partai tercapai. Satu, Ketum AHY elektablitasnya harus meningkat.  Kedua, elektabilitas partai juga meningkat. Selanjutnya target pileg kita di kota harus masuk unsur pimpinan. Dan itu bukan target yang melangit, semua sudah terukur,” kata Depa, optimistis.

Jika harus memilih antara bisnis dan politik, Depa bilang semua harus seimbang. “Di bisnis, saya sudah punya tim khusus, tinggal monitor saja. Di partai, saya dibantu tim-tim yang hebat. Jadi, tidak sulit menjalaninya.” Di dunia bisnis, kini ia mulai fokus menjajaki bisnis perhotelan.

Di dunia politik, ia telah menyiapkan road map dan langkah taktis meraih target yang ditentukan. Mulai membuka penjaringan bacaleg, pembinaan bacaleg, menggencarkan branding, dan pelbagai langkah lainnya. Ia mengaku sampai menyiapkan tim branding, melalui badan kepengurusan strategis yang mengolah pencitraan di darat dan udara.

“Kita akan memperkuat di semua lini,” katanya. Namun, ia masih belum berencana menggandeng tim branding dari pihak ketiga. Saat ini masih memaksimalkan mesin parpol internal.

“Mesin kita sudah mulai berjalan. Sudah ada juga beberapa strategi yang kita gunakan untuk mencapai target. Dan semua itu sudah dihitung, terukur. Rinciannya seperti apa, itu rahasia ha ha ha,” kata Depa.

Nothing to Lose

Terkait dirinya yang ditunjuk sebagai salah satu kandidat wakil walikota Balikpapan pengganti mendiang Thohari, Depa telah menyiapkan program khusus jika nanti terpilih. Namun, saat ini bola panas penentu ada di tangan 45 anggota Parlemen Balikpapan.

Sejauh ini sudah ada tiga nama yang diusung partai koalisi untuk menemani Rahmad Mas’ud memimpin Balikpapan. Selain Depa, ada Budiono dari PDIP dan Sabaruddin Panrecalle dari Gerindra. Ia berujar, terpilih atau tidak, tetap siap. Sama saja, katanya.

“Kalau pencalonan itu kan karena penugasan partai, maka akan saya lakukan. Kalau dipilih, kami siap. Secara politik semua punya hak yang sama, peluangnya juga sama semua. Bukan karena sebelumnya PDIP yang maju, bukan berarti yang lain tidak punya kans,” tuturnya.

Depa tertawa ketika disinggung soal cuan alias mahar politik untuk bertarung menduduki kursi wakil walikota Balipapan. Dari tiga kandidat yang mencuat, kalau diukur kekuatan finansialnya, Depa lebih unggul dibanding Budiono dan Sabaruddin. Tapi, menurutnya, soal wakil tidak menjadi prioritas baginya.

“Yang utama fokus target di 2024. Saya sudah menatap 2024. Semua partai juga sudah fokus ke sana. Bukan lagi fokus di wakil walikota. Wakil walikota inikan penugasan partai. Kalau terpilih, kita siap menjalankan. Kalau tidak, ya legowo, nothing to lose saja. Kan bolanya bukan di tangan saya,” katanya. Ia sendiri telah menyiapkan sejumlah action plan sekiranya tidak terpillih menjadi wakil walikota.

Apakah nanti akan maju sebagai caleg? Ia tertawa.

Denni Mappa bersama legislator Demokrat Balikpapan Mieke Henny. (KB) adminklik | KLIK BALIKPAPAN

“Apakah akan nyaleg, kita liat mappingnya nanti. Bisa juga malah maju untuk Pilkada Balikpapan 2024,” terangnya. Ia mengaku siap untuk menjadi rival maupun tandem Rahmad Mas’ud. Menjadi lawan atau pasangan bagi Rahmad di 2024 mendatang, menurut Depa tidak masalah. Ia tidak sesumbar. Demokrat sendiri telah berdiri selama dua dekade dan dua kali pula menjadi partai penguasa.

Sebagai pengingat, di penampilan perdananya pada Pilpres 2004, Demokrat berhasil menjadi partai penguasa usai mengusung pasangan SBY dan Jusuf Kalla. Demokrat berhasil menjadi partai pemenang dengan raihan 26,4 persen suara, yang dikonversi menjadi 150 kursi di DPR. Berikutnya, SBY kembali mempertahankan kekuasaannya di periode kedua, menggandeng Boediono.

Keduanya berhasil memenangkan pertarungan dengan mendapat 60,80 persen suara.

Tapi di Pemilu 2014, perolehan suara dan kursi di DPR untuk Partai Demokrat turun. Demokrat hanya bisa memanjat di posisi ke-4 dari 10 partai di DPR dengan perolehan 10,19 persen suara. Di Pemilu 2019, popularitas Demokrat merosot, turun lagi. Demokrat menempati posisi ke-7 dari 9 partai di DPR dengan perolehan 7,77 persen suara.

Di Kota Minyak, dalam 10 tahun terakhir, Demokrat Balikpapan belum pernah menembus lima kursi dari 45 kursi di Dewan. Di periode 2014-2019, kadernya yang duduk di kursi Parlemen Balikpapan hanya empat legislator, yaitu Mieke Henny, Sri Hana, Ali Munsjir, dan Rustam – PAW H. Haris.

Pada periode 2019-2024, Demokrat juga bertahan di empat kursi. Yakni, diwakili Mieke Henny, Sri Hana, Ali Munsjir, dan Asrori. Lantas, mampukah lari kencang pengusaha muda Denni Mappa ini membawa Demokrat Balikpapan meraih kursi yang lebih banyak lagi? Jawabannya, ada di tahun 2024.

I Pewarta: Taufik Hidayat I Redaktur: Agung

Back to top button