Warta

Eropa Cabut Aturan Pembatasan

KLIK BALIKPAPAN –  Negara-negara di Eropa mulai melonggarkan aturan pembatasan Covid. Mulai Inggris, Prancis, Denmark, hingga Swedia. Prancis menghapus batas pengunjung di tempat usaha, dan Denmark telah hidup normal bersama corona.

Setelah Inggris, Prancis dan Denmark, Swiss menyusul untuk melonggarkan aturan pembatasan bagi warganya. Di negara-negara itu, penggunaan masker di luar ruangan tidak lagi diwajibkan dan agenda besar di tempat umum bisa dihelat bebas tanpa dibatasi kapasitas tertentu.

Meski negara-negara tersebut masih mencatat lonjakan kasus, namun pemerintahan mereka mencabut aturan pembatasan yang ketat.

Denmark juga mengumumkan akan menghapus sebagian besar pembatasan pandemi karena Covid tidak lagi dianggap sebagai penyakit yang menyebabkan kritis.

Negara Jerman dikabarkan akan menyusul negara tetangganya dengan bersiap membuat kelonggaran serupa. Termasuk Spanyol yang akan memutuskan apakah penanganan Covid seperti flu musiman. Saat ini negara tersebut tengah memonitor perkembangan terbaru.

Related Articles

Politico melaporkan bahwa Badan Kesehatan Masyarakat Swedia menyebut Covid bukanlah hal yang kritis bagi masyarakat.

Pemerhati Politik Luar Negeri, Ahmad Mul, menganalisa ada unsur politik dalam fenomena ini. “Ada istilahnya pandemic fatigue, orang sudah lelah,” ujar Ahmad, Sabtu 5 Februari 2022.

Ia menyoroti ongkos politik dari prokes, semisal di Prancis yang mulai mendekati Pemilu pada April tahun ini. Aturan yang ketat dinilai bisa berdampak kepada warga.

“Harus diakui pandemic fatigue membuat orang kontra terhadap pembatasan sosial untuk pandemi,” paparnya.

Di Indonesia terjadi sebaliknya. Sekolah yang tadinya offline, kembali menerapkan sistem daring. Ini nyaris merata di beberapa daerah termasuk Balikpapan. Padahal cakupan vaksinasi lengkap dan booster sudah terbilang tinggi.

Pengetatan dan sekolah daring di beberapa daerah menjadi sorotan warga.

Hamdan, misalnya. Warga Kilo 4 Balikpapan Utara ini menilai Covid di Indonesia terbilang aneh. Alasannya, kasus kerap melonjak setiap mendekati hari besar keagamaan Islam.

“Dari tahun 2020 dan 2021 begitu. Sekarang nyaris sama. Masa Natal aman, Waisak aman, Nyepi aman, saat Imlek juga aman. Bahkan dibuat pagelaran Barongsai di Mall Bandung. Tiba-tiba menjelang bulan Puasa, kasus naik. Anak sekolah kembali daring. Jadi vaksinnya untuk apa?” keluh Hamdan.

Ia berharap, Indonesia bisa segera berdamai dengan Covid seperti di negara-negara Eropa. “Masyarakat juga sudah jenuh. Lama-lama kok malah kental unsur politik dan bisnisnya,” ujar Hamdan.

Pewarta: Zen I Redaktur: Adnan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button