Pemerintahan

Budiono Soroti Kelangkaan Migor

KLIK BALIKPAPAN – Kelangkaan minyak goreng kemasan di Balikpapan memicu kenaikan harga yang  melambung. Hal itu menjadi sorotan Wakil Ketua Parlemen Balikpapan, Budiono.

Ia menilai hal itu bisa jadi disebabkan tidak berimbangnya pasokan minyak goreng dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah Balikpapan telah membuat standar harga. Di sisi lain, para pedagang masih menyimpan migor dengan harga yang dibeli tinggi hingga enggan menjual dengan harga standar.

Ini menjadi satu pemicu lain terjadinya kelangkaan migor.

Menurut Budiono Pemerintah Balikpapan perlu melakukan operasi pasar untuk memonitor langsung di lapangan. Tujuannya menghindari penimbunan sehingga kebutuhan minyak goreng di Balikpapan dapat terkendali.

“Pemerintah Balikpapan harus gerak cepat mengatasi hal ini, karena bulan depan sudah memasuki bulan Ramadan. Biasanya kebutuhan sembako mulai merangkak naik. Minimal harus ada solusi sembako tidak langka dan harga juga tidak terlalu tinggi,” tegas Budiono.

Disperindagkop dan UKM Kaltim memastikan stok migor atau minyak goreng cukup aman. Masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying, termasuk jelang Ramadan tahun ini

“Kami sudah menghitung stok minyak goreng kita cukup aman hingga 53 hari ke depan,” ujar Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim, Yadi Robyan Noor, Kamis 3 Maret 2022.

Rincian stok minyak goreng yang masuk ke Kaltim dalam rentang 14-24 Februari 2022 secara keseluruhan berjumlah 1.674.681 liter atau 1.507,21 ton. Minyak goreng itu ada di distributor, toko swalayan pasar tradisional dan pedagang.

Sebanyak 421.823 liter di Balikpapan dengan 6  produsen, 10 distributor, 3 sub distributor, 41 pengecer. Berau 91.228 liter dengan 2 produsen dan 4 distributor. Bontang 2.844 liter dengan 1 produsen dan 1 distributor.

Kutai Kartanegara 52.071 liter dengan 1 produsen, 1 distributor dan 48 sub distributor. Kutai  Timur 6.593 liter dengan 1 produsen, 1 distributor dan 6 sub distributor. Lalu di Penajam Paser Utara 760 liter dengan 1 produsen, 1 distributor dan 1 sub distributor.

Terbanyak di Samarinda, yakni 1.099.362 liter dengan 11 produsen, 21 distributor, 10 sub distributor dan 46 pengecer. Rerata pasokan minyak goreng masuk ke Kaltim pada 14-24 Februari 2022 sebanyak 118.762 liter atau 106,8 ton per hari.

Sedangkan kebutuhan harian minyak goreng Kaltim sebesar 15,06 ton per hari.

“Itu artinya, pasokan minyak goreng yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kaltim. Jadi sekali lagi, masyarakat tidak perlu panik dengan membeli minyak goreng berlebihan,” tuturnya.

“Masyarakat harus tetap tenang, karena stok aman. Jangan sampai panik, karena itu justru akan menjadi santapan oknum yang hanya mencari-cari kesempatan dalam kesempitan,” tegas Roby.

Menurutnya, para penimbun akan rugi sendiri, sebab selain akan ditindak, stok minyak goreng yang baru juga akan terus masuk ke Kaltim.

Pewarta: Gopek I Redaktur: Muchlis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button